Popular Posts

Sabtu, 29 Oktober 2011

Rokok Dalam Angka


  • Rp 130 triliun
Biaya konsumsi tembakau di Indonesia tiap tahun. Penerimaan cukai tembakau tiap tahun sekitar Rp 16,5 triliun.
  • 5,4 juta
Orang meninggal dalam setahun karena penyakit yang berkaitan dengan rokok, seperti kanker paru dan penyakit jantung.
  • 100 juta
Orang di dunia terbunuh oleh tembakau pada abad ke-20.
  • 37,3%
Pelajar Indonesia pernah merokok, dan 31 persen pertama kali merokok di bawah usia 10 tahun.
  • 8 juta
Orang per tahun diperkirakan mengalami kematian akibat tembakau pada 2030.Dan selama abad ke-21 diperkirakan tembakau membunuh satu miliar orang.
  • 427.948
Perokok meninggal di Indonesia, dalam setahun. Angka ini setara dengan 22,5 persen total kematian di Indonesia.
  • 20%
Dari pendapatan rata-rata ( Rp 20 ribu per hari) penduduk Indonesia digunakan untuk membeli rokok.
  • 82%
Perokok di dunia ingin berhenti merokok. Hanya 2 persen yang berhasil tanpa bantuan.

Mengapa Berhenti Merokok?

Apakah Anda menyadari bahaya merokok? Akibat merokok terhadap kesehatan tubuh benar-benar merugikan. Menurut statistik, di seluruh dunia, jumlah perokok yang meninggal karena penyakit akibat merokok berjumlah hampir tiga kali jumlah orang yang meninggal karena alkohol dan narkoba. Bahkan jumlah perokok yang meninggal karena penyakit tersebut berjumlah enam kali lipat dibandingkan karena kecelakaan mobil. Selain itu, usia perokok biasanya 13 hingga 14 tahun lebih pendek daripada orang yang tidak merokok.
Setelah membaca fakta-fakta ini, apakah Anda akan menjadi seperti perokok yang meskipun telah membaca begitu banyak fakta mengerikan sehubungan dengan merokok kemudian memutuskan untuk berhenti membaca artikel tersebut? Atau Anda berani mengatakan tidak kepada rokok?

Jumat, 28 Oktober 2011

Indonesia Negara Perokok Terbesar Se-ASEAN



JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau, F.A Moeloek mengatakan, Indonesia merupakan negara perokok terbesar di lingkungan negara-negara ASEAN.
“Hal itu berdasarkan data dari The ASEAN Tobacco Control Report tahun 2007. “The ASEAN Tobacco Control Report Card tahun 2007 menyebutkan jumlah perokok di ASEAN mencapai 124.691 juta orang dan Indonesia menyumbang perokok terbesar, yakni, 57.563 juta orang atau sekitar 46,16 persen,” ungkapnya dalam jumpa pers di Gedung Kebangkitan Nasional Stovia, Jakarta, Minggu (11/10).
Menurutnya, pada tahun 2008 Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan Indonesia sebagai negara terbesar ke tiga sebagai pengguna rokok. Lebih dari 60 juta penduduk Indonesia pun, menurutnya, mengalami ketidak berdayaan akibat dari adiksi nikotin rokok. “Dan kematian akibat konsumsi rokok tercatat lebih dari 400 ribu orang per-tahun,” ujarnya.

Kena Asap Rokok Saat Hamil Bikin Bayi Mati Mendadak


London, Ibu yang merokok atau sering terkena paparan asap rokok selama hamil bisa menyebabkan tekanan darah bayinya menjadi abnormal. Tekanan darah abnormal menjadi penyebab kematian bayi mendadak.
Tim peneliti dari Sweden’s Karolinksa Institute menemukan paparan asap rokok selama hamil bisa menyebabkan tekanan darah bayi menjadi abnormal bahkan hingga anak tersebut dewasa nanti.
Tekanan darah yang abnormal membuat jantung harus memompa lebih cepat dan lebih keras. Studi menunjukkan kerusakan pada sirkulasi ini dapat menjadi faktor risiko pada sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).
Dr Gary Cohen dan tim menganalisis 36 bayi yang baru lahir, 17 diantaranya lahir dari ibu yang merokok selama hamil. Saat bayi yang sering terpapar asap rokok tersebut diperiksa, menunjukkan adanya ketidaknormalan pada denyut jantung dan tekanan darahnya. Keadaan ini semakin memburuk sepanjang tahun pertama kehidupannya.