Sabtu, 12 November 2011

Perokok, Perokok Pasif dan Kanker Rongga Mulut


 
Kebiasaan merokok di tempat umum sangat buruk bagi kesehatan dan orang-orang di sekeliling, khususnya bagi ibu hamil anak-anak. “Secondhand  smoke” atau perokok pasif, orang yang tidak merokok tapi menghirup asap rokok yang keluar dari rokok atau mulut perokok, berisiko terserang penyakit lebih besar daripada perokok aktif. Sebab, perokok masih menggunakan filter di pangkal rokok. Sementara, perokok pasif tidak menggunakan filter. Ternyata perokok aktif hanya menghisap 25 persen asap rokok yang berasal dari ujung yang terbakar, sementara 75 persen lainnya untuk yang mengisap asapnya.
Efek merokok pada kebersihan dan kesehatan mulut antara lain, bau mulut tidak sedap, indra perasa terganggu, timbul karang gigi, serta timbul bercak kecokelatan atau hitam di gigi, lidah, gusi, dan gigi palsu. Bahkan, merokok dapat menyebabkan kanker rongga mulut. Apalagi jika perokok sekaligus peminum alkohol, risiko kanker rongga mulut menjadi berlipat. Diperkirakan sekitar 70-90 persen seluruh penderita kanker mulut disebabkan karena kombinasi antara mrokok dan minum alcohol
Pada perokok pasif juga didapatkan gangguan kesehatan mulut dan gigi. Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh the Journal of Periodontology found  menunjukkan penderita periodontitis yang terekspos oleh paparan perokok lain atau sebagai perokok pasif ternyata dapat berkembang terjadi kerusakan masa tulang gigi. Keadaan ini merupakan penyebab terbanyak gangguan kerusakan gigi pada manusia.
Rokok dan kanker ganas mulut
Dampak merokok sangat buruk terhadap kesehatan gigi dan rongga mulut. Merokok juga terbukti sangat terkait dengan kanker rongga mulut.. Merokok dapat mengakibatkan paling tidak delapan jenis kanker rongga mulut. Di antaranya, kanker lidah (paling sering ditemukan), kanker dasar lidah atau dasar mulut, kanker mukosa pipi, kanker bibir, dan kanker rahang bawah. Ancaman lainnya adalah kanker sekitar gigi bungsu, kanker gusi atas dan langit-langit, kanker laring (termasuk pita suara, faring, dan esofagus) yang sering meluas pula ke pangkal lidah.
Bahaya merokok ternyata sangat berakibat fatal bagi kesehatan gigi dan mulut. Terutama bagi perokok berat dapat menyebabkan kanker rongga mulut yang ganas yang disebut dengan “Squamous Cell Carcinoma”
Kanker ini dicetuskan karena penggunaan tembakau dalam rokok yang dapat memicu mutasi genetik pada epitel saluran pernapasan atas sehingga terjadi aktivasi oncogen (sel kanker) dan pembentukan sel-sel menjadi tidak teratur .
Manifestasi gangguan
Pada penderita gangguan kesehatan gigi pada perokok gejala yang timbul adalah , gusi mudah berdarah dan terlihat melorot adalah tanda-tanda adanya penyakit pada jaringan penyangga gigi (gusi) akibat merokok. Gusi yang melorot sering menyebabkan rasa ngilu jika terkena sesuatu yang dingin atau manis. Jika tidak mendapatkan perawatan yang memadai, penyakit gusi akan makin parah dan mengakibatkan tanggalnya gigi.
Sedangkan tanda dan gejala kanker mulut yang disebabkan merokok dapat timbul tampakan seperti bintik putih pada selaput dinding mulut pada rahang dan jika sudah parah disertai dengan gigi yang goyang dan  sakit. Pada umumnya prognosis pasien yang menderita penyakit ini buruk bahkan dapat menyebabkan kematian
Obat kumur dan pasta gigi khusus perokok dapat membersihkan bercak-bercak cokelat dan membuat mulut harum. Namun, obat kumur tidak dapat mengatasi kerusakan yang diakibatkan rokok. Penanganan kanker ganas yang disebabkab rokok ini adalah dengan bedah reseksi (Pengangkatan jaringan yang terinfeksi) dan kemoterapi yang dikombinasikan dengan radioterapi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar